Selasa, 29 September 2015

you


Di tempat ini,
Hal yang ku takuti benar kurasakan
Begitu asing bagiku jujur
Seharusnya tidak, keterlaluan, tapi memang
Aku belajar banyak hal disini
Ditempat ini aku akan menjadi apa
Di kota ini aku akan jadi bagaimana
Tentunya
Entah kebetulan atau apa
Ditempat ini juga ku bertemu
Di kota ini juga ku melihat
Awal ditempat bersuhu panas ini
Yang terbaik waktu itu, dia
Bahkan sangat terbaik
Semangatku bisa dibilang
Selalu ada, iyaa pasti
Mengenalkan banyak tempat pula , kamu
Memahamiku tentu, pernah di posisiku ceritanya, kita sama
mungkin... Iya kita sama
Terima kasih yang hanya bisa kuucap
budi baikmu yang indah untukku,ternyata blm bisa ku membalasnya maaf untuk itu
Tetaplah disini untukku


Senin, 28 September 2015

kurasa


Tepatnya 7 tahun yang lalu
Kata a yang selalu ingin ku katakan tapi entah selalu untuk e.
Meski kata a keluar,itupun siapa peduli?
Seharusnya melihat orang tidak hanya dari satu sisi tapi dari berbagai sisi.
 Tiap satu titik salah, tanda seru yang ada.
Tak peduli ada dua titik dalam hati.
Tiap dua koma yang kutulis, dan itu salah. Pasti
Apalagi kutulis huruf a?
Ingin keluar dari zona tertekan kurasa,
kurasa bukan marah benci.
Terpukul iya kurasa
Dan kurasa hanya ingin berkata a,tp kurasa a ku terlalu kecil dimata e .
Kurasa juga tak punya segumpal keberanian jika a itu kuucapkan.
Dan satu yang sangat kurasa, kecewa mungkin , bisa jadi.
Aaah aku terlalu sibuk dengan bnyak rasa.
Kakakku2 yang diujung2 sanaaa, ingin ku berkata c saat itu , tapi kurasa lagi nggak penting.
Kata a pun sudah tak ku pedulikan saat ini. Nikmatin prosesnya ajaa.
Hari ini aku bahagia kurasa, sangat bahagia.

Minggu, 27 September 2015

masih semangat


tersentak hati ini menangis. Astagfirullah... Bukan 'jelas' kita berhenti , tapi 'jelas' ngambang Antara menginjak dasar atau kemungkinan terbaik. seumpama dalam air berusaha keatas menghirup udara atau malah ke dasar tenggelam menghabiskan stok udara dalam paru-paru "Masih berjuang".
Seperih2nya kemungkinan yang terjadi? Aah aku tak bisa berpikir saat itu.
Karena semua kemungkinan bisa terjadi.
ilmu mengira2 hanya menguras pikiran karna belum jelas kemungkinan mana yang akan kujumpai, memikirkan bahwa kemungkinan yang akan kurasakan adalah menyentuh dasar padahal ga pasti itu hanya menyiksa diri.
Percaya atau tidak, Allah dengan kuasaNya telah mengatur dengan sedemikian rincinya.
Aku bersyukur hidup diantara kalian, yang menggumpalkan nasi hangat dan memaksaku untuk menelan bulat2 tanpa dikunyah. Sakit tapi duri dalam tenggorokan hilang. hahahahaha
percayalah badai akan berlalu dengan cepat.
Ingatlah kawan , kita semua adalah orang2 luar biasa, berjanjilah untuk tetap melihat lurus masa depan yang sempat tersenggol
 tetap doa teman2 {}